Tentang Biji dan Yang Lampau

Cover
Garudhawaca, 31.05.2014 - 70 Seiten

Apabila ditanya tentang apa makna cinta, maka seluruh manusia serta makhluk-makhluk lain selain manusia (?) akan mempunyai makna cinta masing-masing. Betapa melimpah arti cinta sedemikian rupa sehingga sukar dihitung berapa puisi, cerita pendek, novel, drama, dan esai cinta. Akan tetapi, cinta tak lepas dari pesonanya bagaikan cahaya tak lepas dari sumber cahaya. Dan tentu ada musabab cahaya tersebut. Lagi pula, ketika kita menelusuri “makna” dan “sebab” secara serentak, maka pada saat itu pula-lah kita tengah “mencari”, mencari sumber segala sumber, Tuhan. Kesan-kesan begitu yang menyentuh saya tatkala membaca puisi-puisi Satrio Hadi Wicaksono dalam buku puisinya, Tentang Biji dan yang Lampau (2014).   


Penerbit Garudhawaca

 

Was andere dazu sagen - Rezension schreiben

Es wurden keine Rezensionen gefunden.

Ausgewählte Seiten

Inhalt

Daftar Isi
5
Gaun Sutera Merah
15
Antara LubangLubang Kicau
21
Penyesalan
27
KataKata
34
Meja Batu
40
Terbanglah Hai MakhlukMakhluk
46
Samudera Dan Tuhan
47
Tuhan
60
Urheberrecht

Häufige Begriffe und Wortgruppen

Über den Autor (2014)

Satrio Hadi Wicaksono, tengah menempuh pendidikan di Akademi Siswa Bangsa Interasional, Bogor. 

Bibliografische Informationen